Powered By Blogger

Minggu, 30 Agustus 2015



          DAFTAR 10 ORANG TER JENIUS                                    DUNIA

1.      JAMES SIDIS

     Bukan Einstein, Bukan Thomas Alva Edison. Tapi ialah William James Sidis. Pria berkewarganegaraan Amerika serikat. IQnya lebih dari IQ 250. Mengapa ia kurang dikenal dunia? Orang ini memang terlalu pintar. Baru berusia 11 tahun, Ia sudah masuk Universitas. Ia menjadi siswa termuda di Universitas Harvard. Seumur hidupnya, Sidis telah menguasai 200 bahasa di Dunia. Bahkan, Ia menghafal 1 jenis bahasa secara keseluruhan hanya dalam waktu 1 hari. Kepintarannya yang luar biasa membuatnya gila. Ia tak punya teman atau pacar. Bahkan ia pergi dari rumah, meninggalkan keluarganya dan mengasingkan diri. Ia meninggal pada usia 46 tahun dalam keadaan menganggur, terasingkan, dan amat miskin.


2.      KIM UNG YONG

Satu-Satunya orang paling jenius yang masih hidup sampai saat ini. Tercatat dalam Guinness Book Of Record sebagai pemilik IQ tertinggi di Dunia saat ini, yaitu IQ 210. Ia adalah pria berkewarganegaraan Korea. Mungkin, ia terlahir ke Dunia sebagai bayi ajaib. Kim kecil yang waktu itu baru berusia 3 tahun, sudah dapat membaca-menulis dalam 4 bahasa (Inggris, Korea, Jepang, Jerman). Pada Usianya yang ke 7 tahun, Kim di undang ke Amerika Serikat oleh NASA. Ia menyelesaikan gelar Professor Ph.D di Colorado State University sebelum berusia 16 Tahun. Kembali ke Korea ia mendapatkan gelar Doktor pada bidang teknik sipil. Sekarang ia bekerja untuk NASA.


3.      CHRISTOPHER LANGAN

Christopher Michael Langan. Warga Amerika Serikat yang berada dalam daftar nomor 2 Guinness book of Record dengan IQ 195.

4.      SIR ISAAC NEWTON ( kalo agan-agan pengen tau biografinya silahkan liat DI SINI di postingan ane yang sebelumnya )

Ilmuwan yang menyimpulkan adanya gaya Gravitasi. Yang terkenal dengan pohon apelnya. Ialah Isaac Newton. Seorang Fisikawan, Matematikawan, Filsuf alam, Ahli Astronomi, dan Teolog yang berasal dari Inggris. Newton memiliki IQ 190.


5.      MARYLIN VOS SAVANT

Seorang Pengarang yang berasal dari Amerika Serikat. Tercatat sebagai orang pemilik IQ tertinggi ke 3 di Guinness Book Of Record saat ini. Dengan IQ 186


Seniman terkenal dari Itali. Namun lebih banyak menghabiskan riwayat hidupnya di Perancis. Karya paling terkenal dari Da Vinci adalah lukisan Monalisa. Da Vinci memiliki IQ 180.


Seorang Ilmuwan dan Penulis asal Jerman. Goethe adalah tokoh terpenting dalam dunia sastra Jerman. Ia memiliki IQ 179.

8.      EMANUEL SWEDENBORG

Swedenborg adalah seorang Ilmuwan asal Swedia. Ia juga adalah seorang Mistikus Kristen. Pada Usia 56 tahun, ia bermimpi dan mengaku telah ditunjuk tuhan untuk menulis Doktrin Surgawi untuk mereformasi Kristen. Ia juga mengklaim bahwa Tuhan telah membuka matanya sehingga ia mampu melihat Surga Neraka dan berbincang-bincang dengan Malaikat. Ia memiliki IQ 176.


9.      EDMUND SPENSER

Spenser adalah seorang pengrajin asal Inggris yang terkenal dengan karyanya The Faerie Queene. Spenser mimiliki IQ 175.



Mill adalah seorang Filsuf asal Inggris. Bekerja sebagai PNS di Inggris. Seorang paling berpengaruh dalam teori Sosial dan Politik. Mill memiliki IQ 174.
- See more at: http://adhiekloperer.blogspot.com/2011/06/daftar-10-orang-ter-jenius-di-dunia.html#sthash.xMdDHBEY.dpuf

Kamis, 27 Agustus 2015

TIM OLIMPIADE BIOLOGI INDONESIA RAIH MEDALI EMAS di 26th INTERNATIONAL BIOLOGY OLYMPIAD 12- 19 JULI 2015, AARHUS-DENMARK

Kabar gembira kembali datang dari putera-puteri terbaik bangsa yang berhasil mempersembahkan prestasi membanggakan di ajang International Biology Olympiad (IBO) ke-26 tahun 2015 di Aarhus, Denmark. Empat pelajar yang tergabung dalam Tim Olimpiade Biologi Indonesia diantaranya:
  1. Maria Patricia Inggriani (SMA Kharisma Bangsa ) berhasil meraih medali Emas.
  2. Valdi Ven Japranata (SMAK IPEKA Sunter, Jakarta) meraih medali Perak
  3. Hana Fauzyyah Hanifin (SMA SEMESTA, Semarang) meraih medali Perak
  4. Nagita Gianty Annisa (MAN Insan Cendekia, Serpong) meraih medali Perunggu
TOBI 2015, ki-ka: Valdi Ven Japranata, Nagita Gianty Annisa, Maria Patricia Inggriani dan Hana Fauzyyah Hanifin
Setelah melewati rangkaian tes praktikum dan tes teori akhirnya jerih payah dan kerja keras dari semua pihak yang mendukung Tim Olimpiade Biologi Indonesia terbayar Indah. Tradisi pencapaian Medali Emas berhasil dipertahankan selama tiga tahun berturut-turut. Medali-medali ini juga menambah perbendaharaan medali Indonesia menjadi total 9 Medali Emas, 24 Medali Perak dan 19 Medali Perunggu sejak tahun 2000 atau selama 16 tahun berpartisipasi di IBO. Prestasi ini juga membuat Indonesia semakin disegani di ajang kegiatan tahunan Olimpiade Internasional bidang Biologi.

Pada IBO 2015, para siswa Indonesia berhasil mengerjakan 4 topik praktikum dengan baik diantaranya  adalah 1) Anatomi, Sistematik dan Evolusi Tumbuhan tingkat rendah (lumut dan paku) hingga tumbuhan tingkat tinggi (Gymnosperm dan Angiosperm), 2) Biologi Molekuler tentang peta plasmid, Polymerase chain reaction – PCR, dan mutan auxotrof dari ragi, 3) Anatomi Morfologi dan Fungsional organ ikan kod, dan 4) Biokimia tentang kinetika enzim a-galaktosidase. Selain itu, keempat siswa Indonesia berhasil meraih nilai di atas rata-rata untuk dua set tes teori.

IBO ke-26 secara dibuka dan ditutup resmi dilakukan oleh Chairman IBO 2015, Prof. Erik Meineche Schmidt (Chief Consultant Departmen of Computer Science, Aarhus University). Semua kegiatan tes (praktikum dan teori) dilakukan di Aarhus University yang didukung oleh banyak staf akademik (Professor dan Doktor) yang umumnya masih muda. Selain dari Aarhus University, Technical University of Denmark – DTU Kopenhagen juga turut berperan aktif terutama dalam menyiapkan dua topik tes praktikum yaitu Biologi Molekuler dan Biokimia.

Tim Olimpiade Biologi Indonesia 2015 didampingi oleh 6 pendamping sekaligus berperan selaku juri internasional diantaranya:
  1. Dr. Agus Dana Permana – Leader (Staf Pengajar Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Institut Teknologi Bandung)
  2. Dr. Ahmad Faizal – Deputy Leader (Staf Pengajar Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Institut Teknologi Bandung)
  3. Fenryco Pratama, M.Si. – Anggota (Staf Pengajar Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Institut Teknologi Bandung)
  4. Ida Bagus Made Artadana, M.Sc. – Anggota (Staf Pengajar Universitas Surabaya)
  5. Etty Poedjiastuti – Anggota (Guru Biologi, MAN Insan Cendekia, Tangerang)

Para juri pendamping negara-negara peserta umumnya berasal dari universitas-universitas terkemuka di beberapa negara maju seperti University of Dresden (Jerman), Wagenigen University (Belanda), NTU dan NUS (Singapura), University of Tokyo (Jepang), University of Warwick (UK), National University of Taiwan, dan berbagai universitas terkemuka dari seluruh dunia. Juri dari berbagai negara bekerjasama dalam mereview soal-soal tes (praktikum dan teori) sehingga meningkatkan kualitas soal sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang biologi modern.
Selama 6 hari penuh, tim pendamping/juri dari setiap negara mendiskusikan serta menerjemahkan materi tes praktikum dan teori ke bahasa negara masing-masing. Pada IBO tahun ini, kendala terbesar yang muncul adalah penggunaan PC-tablet dalam pelaksanaan tes praktikum. Selain masalah koneksi internet, banyak juri yang mengeluhkan penggunaan teknologi ini terutama hilangnya beberapa foto hasil pekerjaan siswa yang tidak tersimpan di server. Tes praktikum harusnya mampu menggali kemampuan siswa dalam observasi, analisis dan kemampuan motorik siswa dalam memecahkan masalah Biologi dan tidak seharusnya dihadapkan pada kendala teknis penggunaan teknologi. Adanya kendala juga berakibat tertundanya penyerahan medali pada saat acara penutupan karena nilai akhir belum disepakati oleh para juri. IBO 2015 kemudian resmi ditutup pada  hari sabtu, 18 Juli 2015, pukul 15.00 waktu setempat di Concert Hall Aarhus tanpa disertai dengan penyerahan medali. Setelah acara penutupan, para juri melanjutkan moderasi dan koreksi hasil pekerjaan siswa. Mengingat bahwa permasalahan penggunaan teknologi PC-tablet berdampak sama pada hampir semua peserta, pada pukul 19.00 juri menyepakati hasil akhir dan pengumuman medali pun dilakukan 3 jam setelahnya atau pada saat Gala Dinner. Juri juga saling berkompromi untuk mengatasi kendala ini di masa yang akan datang dengan meminta negara penyelenggara di tahun-tahun berikutnya untuk kembali sistem tes praktikum klasik menggunakan kertas.
Seperti halnya negara peserta IBO yang lain, Tim Olimpiade Biologi Indonesia didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Siswa-siswa yang menjadi peserta IBO 2015 merupakan hasil seleksi berjenjang yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan SMA, Kemdikbud mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota,  provinsi hingga tingkat nasional pada tahun 2014 di Mataram, NTB. Siswa-siswa terbaik hasil seleksi Nasional (OSN) kemudian dibina oleh tim pengajar dan asisten dari Tim Olimpiade Biologi Indonesia.
Peraih medali Emas dari Indonesia, Maria Patricia Inggriani dan Peraih Medali Perak, Hana Fauzyyah Hanifintelah diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, sedangkan Valdi Ven Japranata (Perak) dan Nagita Gianty Annisa (Perunggu) akan melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia. Selama menempuh pendidikan S1, keempat siswa ini akan mendapatkan beasiswa penuh dari Pemerintah Indonesia. Peraih medali perak mendapat beasiswa hingga S2 dan peraih Medali Emas akan mendapat beasiswa sampai S3.
Pada kesempatan ini, Tim Olimpiade Biologi Indonesia mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya Bapak Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Denmark dan Republik Lithuania, Prof. Dr. Bomer Pasaribu, Pejabat Fungsi Pensosbud KBRI, Ibu Magdalena F. Wowor Tompodung serta rekan-rekan PPI Denmark yang telah berkenan menghadiri acara pembukaan dan penutupan IBO 2015 serta memberikan dukungan langsung kepada ke-4 siswa Indonesia yang bertanding di IBO.
Tim Olimpiade Biologi Indonesia bersama dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Denmark dan Republik Lithuania pada acara pembukaan (atas) dan acara penutupan (bawah)
Pelaksanaan IBO 2015 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1436 H telah membawa berkah tersendiri dengan keberhasilan siswa Indonesia meraih Medali Emas setelah bersaing dengan 241 siswa dari 61 negara peserta IBO lainnya. Tim Olimpiade Biologi Indonesia berharap mudah-mudahan prestasi yang lebih baik akan diukir di ajang IBO tahun 2016 di Hanoi, Vietnam.
Tim Olimpiade Biologi Indonesia akan bertolak ke tanah air dari Copenhagen Airport pada hari Minggu, 19 Juli 2015 dan akan tiba di Jakarta pada hari Senin, 20 Juli 2015 pukul 14.55 WIB.